Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Pemiluindonesia.com. Saat ini, kami belum berani mengatakan siapa yang menang dan kalah. Utamanya hasil perolehan suara yang kami dapatkan. Pria yang juga menjabat ketua DPD PKS Boyolali itu menuturkan, dalam waktu dekat akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait pilkada ini. Kami akan menghitung ulang berdasar surat C1 dari saksi yang ada, tandasnya. Sebab, selisih perolehan suara yang didapat Seno-Agus dan Darjo tidak terlalu signifikan, yakni kurang dari delapan persen.
Hal senada disampaikan kubu Darjo. Siapa tahu, di saat mengawal proses ada kecurangan, kami siap mengadukan secara hukum, ujar Joko. Selama ini prosesnya masih aman dan kami belum menemui kejanggalan. Selama penghitungan suara belum selesai, pihaknya turut mengawal dan mengawasi hingga proses berakhir. Pada prinsipnya, sebelumnya sudah kami sampaikan bahwa Syamsu siap menang atau kalah, terangnya. Tim pemenangan nomor urut 1 itu tetap menghormati keputusan apapun, selagi itu sesuai aturan hukum yang sudah ditentukan. Tapi, yang jelas kami menunggu kepastian hasil perolehan suara secara legal formal dari KPU, kata Joko, Senin.
Terserah saja mereka mengeluarkan hasil quick count. Tim Syamsu melalui Ketua Advokasi dan Hukum Joko Mardiyanto mengatakan, hasil yang dirilis dari tim Darjo maupun Seno, itu belum sah secara hukum. Dua kubu pasangan nomor urut 3 Daryono-Joko Widodo dan nomor urut 1 Al Hisyam-Sugiarto belum mengamini pasangan Seno Samodro-Agus Purmanto sebagai pemenang pilkada Boyolali. Menurut Kopolres, tempat mereka berpesta minuman keras oplosan itu masih simpang siur, karena sumber lain menyebutkan mereka berpesta minuman keras oplosan itu masih simpang siur, karena sumber lain menyebutkan mereka berpesta minuman keras oplosan itu masih simpang siur, karena sumber lain menyebutkan mereka berpesta minuman keras di sebuah pertokoan di kawasan Pasar Ampel, Boyolali.
Hal senada disampaikan kubu Darjo. Siapa tahu, di saat mengawal proses ada kecurangan, kami siap mengadukan secara hukum, ujar Joko. Selama ini prosesnya masih aman dan kami belum menemui kejanggalan. Selama penghitungan suara belum selesai, pihaknya turut mengawal dan mengawasi hingga proses berakhir. Pada prinsipnya, sebelumnya sudah kami sampaikan bahwa Syamsu siap menang atau kalah, terangnya. Tim pemenangan nomor urut 1 itu tetap menghormati keputusan apapun, selagi itu sesuai aturan hukum yang sudah ditentukan. Tapi, yang jelas kami menunggu kepastian hasil perolehan suara secara legal formal dari KPU, kata Joko, Senin.
Terserah saja mereka mengeluarkan hasil quick count. Tim Syamsu melalui Ketua Advokasi dan Hukum Joko Mardiyanto mengatakan, hasil yang dirilis dari tim Darjo maupun Seno, itu belum sah secara hukum. Dua kubu pasangan nomor urut 3 Daryono-Joko Widodo dan nomor urut 1 Al Hisyam-Sugiarto belum mengamini pasangan Seno Samodro-Agus Purmanto sebagai pemenang pilkada Boyolali. Menurut Kopolres, tempat mereka berpesta minuman keras oplosan itu masih simpang siur, karena sumber lain menyebutkan mereka berpesta minuman keras oplosan itu masih simpang siur, karena sumber lain menyebutkan mereka berpesta minuman keras oplosan itu masih simpang siur, karena sumber lain menyebutkan mereka berpesta minuman keras di sebuah pertokoan di kawasan Pasar Ampel, Boyolali.

Posting Komentar